Tuesday, November 27, 2018

Sendiri

Aku dilahirkan sendiri
Mati aku dalam keadaan sendiri
Aku akan dihadapkan dihadapan Allah Sendiri
Oleh yang demikian
Apa sahaja disekelilingku adalah TIDAK bererti bagiku
Kerana Aku bertanggung jawab atas apa yang AKU sendiri lakukan

Nukilan Rasa
Zuraini Zahari

Friday, September 21, 2018

Mimpi membaca ayat2 alquran

Ingatan untuk diri sendiri

Arti Mimpi Membaca Al Quran - Dalam mimpi, Al-Qur'an merupakan taman, karena ketika orang melihat sepertinya taman yang indah dan ayatnya adalah buah dari pengetahuan dan kebijaksanaan yang pembaca bisa memetik suatu pelajaran yang berharga. Belajar ayat Al-Qur'an, ucapan Nabi Allah (SAW), tradisi kenabian, dalam mimpi berarti kekayaan setelah kemiskinan, atau bimbingan setelah lemahnya kesadaran.

Jika seseorang melihat dirinya dalam mimpi membaca dari halaman Qur'an, itu menandakan kehormatan, perintah, kebahagiaan dan kemenangan. Membaca Al-Qur'an dengan hati dan tanpa membaca halaman-halaman Kitab suci dalam mimpi berarti membuktikan diri untuk menjadi kenyataan, atau menjadi orang saleh, yang menyuruh dengan kebaikan dan melarang kemungkaran.

Diceritakan sebuah ayat dari Al-Qur'an dalam mimpi, berarti ia harus memahaminya, menghafalnya dan mengamalkannya. Alquran dibacakan dalam mimpi mengandung arti sebuah saran, seseorang harus bertindak agar baginya untuk menuai manfaatnya. Jika seseorang mendengar ayat Al-Qur'an yang berisi peringatan, menjanjikan hukuman bagi orang-orang kafir, atau mengumumkan untuk dosa-dosa mereka, maka haruslah segera bertobat untuk dosa-dosanya.


Wednesday, September 12, 2018

La illaha illallah, mimpi lagi

Tanggal Isnin 10 Sep 2018

Aku bermimpi lagi. Kali ini aku berada dalam kumpulan orang yang berbaju putih yang sedang menghadiri satu majlis ilmu dan majlis ilmu itu aku sedang membaca ayat2 alquran dengan suara yang lantang. Aku membaca ayat-ayat alquran itu sangat lancar seperti aku telah mengahafalnya dan apabila sampai ke kalimah 'Laa ilaaha ill-Allaah wahdahu laa shareeka lah, lahu’l-mulk wa lahu’l-hamd yuhyi wa yumeet wa huwa ‘ala kulli shay’in qadeer' aku membacanya sebanyak 3 kali dan kali ketiga ketika aku membaca nya aku rasa teramat sedih dan sebak sehingga aku terjaga dari mimpi ku...

hanya Allah swt sahaja yang tahu apa makna mimpiku itu...


Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syarikalah, lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa `alaa kulli syai'in qadiir.


"Tidak ada tuhan yang wajib disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nyalah segala kerajaan, dan bagi-Nya segala puji. Dialah yang menghidupkan dan memati¬kan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. "

Nukilan Rasa
Zuraini Zahari



Thursday, July 19, 2018

ANAK KUNCI MENGENAL ALLAH

ANAK KUNCI MENGENAL ALLAH
Dikutip dari Kitab Kimyatusy Sya’adah – Al Ghazali
Mengenal diri itu adalah “Anak Kunci” untuk Mengenal Allah. Hadis ada mengatakan :

MAN ‘ARAFA NAFSAHU FAQAD ‘ARAFA RABBAHU (Siapa yang kenal kenal dirinya akan Mengenal Allah)


Firman Allah Taala :




Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (QS. 41:53)

Tidak ada hal yang melebihi diri sendiri. Jika anda tidak kenal diri sendiri, bagaimana anda hendak tahu hal-hal yang lain? Yang dimaksudkan dengan Mengenal Diri itu bukanlah mengenal bentuk lahir anda, tubuh, muka, kaki, tangan dan lain-lain anggota anda itu. karena mengenal semua hal itu tidak akan membawa kita mengenal Allah. Dan bukan pula mengenal perilaku dalam diri anda yaitu bila anda lapar anda makan, bila dahaga anda minum, bila marah anda memukul dan sebagainya. Jika anda bermaksud demikian, maka binatang itu sama juga dengan anda.

Yang dimaksudkan sebenarnya mengenal diri itu ialah:
Apakah yang ada dalam diri anda itu?
Dari mana anda datang?
Kemana anda pergi?
Apakah tujuan anda berada dalam dunia fana ini?
Apakah sebenarnya bagian dan apakah sebenarnya derita?

Sebagian daripada sifat-sifat anda adalah bercorak kebinatangan. Sebagian pula bersifat Iblis dan sebagian pula bersifat Malaikat. Anda hendaklah tahu sifat yang mana perlu ada, dan yang tidak perlu. Jika anda tidak tahu, maka tidaklah anda tahu di mana letaknya kebahagiaan anda itu.

Kerja binatang ialah makan, tidur dan berkelahi. Jika anda hendak jadi binatang, buatlah itu saja. Iblis dan syaitan itu sibuk hendak menyesatkan manusia, pandai menipu dan berpura-pura. Kalau anda hendak menurut mereka itu, lakukan sebagaimana kerja-kerja mereka itu. Malaikat sibuk dengan memikir dan memandang Keindahan Ilahi. Mereka bebas dari sifat-sifat kebinatangan.

Jika anda ingin bersifat dengan sifat KeMalaikatan, maka berusahalah menuju asal anda itu agar dapat anda mengenali dan menuju pada Allah Yang Maha Tinggi dan bebas dari belenggu hawa nafsu. Sebaiknya hendaklah anda tahu kenapa anda dilengkapi dengan sifat-sifat kebintangan itu.

Adakah sifat-sifat kebinatangan itu akan menaklukkan anda atau adakah anda menakluki mereka?. Dan dalam perjalanan anda ke atas martabat yang tinggi itu, anda akan gunakan mereka sebagai tunggangan dan sebagai senjata.

Langkah pertama untuk mengenal diri ialah mengenal bahwa anda itu terdiri dari bentuk yang zhohir, yaitu tubuh ; dan hal yang batin yaitu hati atau Ruh . Yang dimaksudkan dengan “HATI” itu bukanlah daging yang terletak dalam sebelah kiri tubuh.

Yang dimaksudkan dengan “HATI” itu ialah satu hal yang dapat menggunakan semua kekuatan, yang lain itu hanyalah sebagai alat dan kaki tangannya saja. Pada hakikat hati itu bukan termasuk dalam bidang Alam Nyata(Alam Ijsam) tetapi adalah termasuk dalam Alam Ghaib. Ia datang ke Alam Nyata ini ibarat pengembara yang melawat negeri asing untuk tujuan berniaga dan akhirnya kembali akan kembali juga ke negeri asalnya.

Mengenal hal seperti inilah dan sifat-sifat itulah yang menjadi “Anak Kunci” untuk mengenal Allah.

Sedikit ide tentang hakikat Hati atau Ruh ini bolehlah didapati dengan memejamkan mata dan melupakan segala hal yang lain kecuali diri sendiri. Dengan cara ini, dia akan dapat melihat tabiat atau keadaan “diri yang tidak terbatas itu”. Meninjau lebih dalam tentang Ruh itu adalah dilarang oleh hukum. Dalam Al-Quran ada diterang,





Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (Bani Israil:85)

Demikianlah sepanjang yang diketahui tentang Ruh itu dan ia adalah mutiara yang tidak bisa dibagi-bagi atau dipecah-pecahkan dan ia termasuk dalam “Alam Amar/perintah”. Ia bukanlah tanpa permulaan. Ia ada permulaan dan diciptakan oleh Allah. Pengetahuan falsafah yang tepat mengenai Ruh ini bukanlah permulaan yang harus ada dalam perjalanan Agama, tetapi adalah hasil dari disiplin diri dan berpegang teguh dalam jalan itu, seperti tersebut di dalam Al-Quran :


Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut:69)


Untuk menjalankan perjuangan Keruhanian ini, bagi upaya pengenalan kepada diri dan Tuhan, maka Tubuh itu bolehlah diibaratkan sebagai sebuah Kerajaan,

Ruh itu ibarat Raja.
Pelbagai indera (senses) dan daya (fakulti) itu ibarat satu pasukan tentara.
Aqal itu bisa diibaratkan sebagai Perdana Menteri.
Perasaan itu ibarat Pemungut pajak,
Perasaan itu terus ingin merampas dan merampok.Marah itu ibarat Pegawai Polisi,
Marah senantiasa cenderung kepada kekasaran dan kekerasan.

Perasaan dan marah ini perlu ditundukkan di bawah perintah Raja. Bukan dibunuh atau dimusnahkan karena mereka ada tugas yang perlu mereka jalankan, tetapi jika perasaan dan marah menguasai Aqal, maka tentulah Ruh akan hancur.

Ruh yang membiarkan kekuatan bawah menguasai kekuatan atas adalah ibarat orang orang yang menyerahkan malaikat kepada kekuasaan Anjing atau menyerahkan seorang Muslim ke tangan orang Kafir yang zalim. Orang yang menumbuh dan memelihara sifat-sifat iblis atau binatang atau Malaikat akan menghasilkan ciri-ciri atau watak yang sepadan dengannya yaitu iblis atau binatang atau Malaikat itu. Dan semua sifat-sifat atau ciri-ciri ini akan nampak dengan bentuk-bentuk yang jelas di Hari Pengadilan.

Orang yang menurut hawa nafsu nampak seperti babi,
Orang yang garang dan ganas seperti anjing dan serigala,
Orang yang suci seperti Malaikat.

Tujuan disiplin akhlak (moral) ialah untuk membersihkan Hati dari karat-karat hawa nafsu dan amarah, sehingga ia jadi seperti cermin yang bersih yang akan memantulkan Cahaya Allah Subhanahuwa Taala.

Mungkin ada orang bertanya,

“Jika seorang itu telah dijadikan dengan mempunyai sifat-sifat binatang, Iblis dan juga Malaikat, bagaimanakah kita hendak tahu yang sifat-sifat Malaikat itu adalah sifatnya yang hakiki dan yang lain-lain itu hanya sementara dan bukan sengaja?”

Jawabannya ialah mutiara atau inti sesuatu makhluk itu ialah dalam sifat-sifat yang paling tinggi yang ada padanya dan khusus baginya. Misalnya keledai dan kuda adalah dua jenis binatang pembawa barang-barang, tetapi kuda itu dianggap lebih tinggi darjatnya dari keledai karena kuda itu digunakan untuk peperangan. Jika ia tidak boleh digunakan dalam peperangan, maka turunlah ke bawah derajatnya kepada derajat binatang pembawa barang-barang. saja.

Begitu juga dengan manusia; daya yang paling tinggi padanya ialah ia bisa berfikir yaitu Aqal. Dengan pikiran itu dia bisa memikirkan hal-hal Ketuhanan. Jika daya berfikir ini yang meliputi dirinya, maka bila ia mati (bercerai nyawa dari tubuh) , ia akan meninggalkan di belakang semua kecenderungan pada hawa nafsu dan marah, dan layak duduk bersama dengan Malaikat. Jika berkenaan dengan sifat-sifat Kebinatangan, maka manusia itu lebih rendah tarafnya dari binatang, tetapi Aqal menjadikan manusia itu lebih tinggi tarafnya, karena Al-Quran ada menerangkan bahwa,



Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (Luqman:20)


Jika sifat-sifat yang rendah itu menguasai manusia, maka setelah mati, ia akan memandang terhadap keduniaan dan merindukan keindahan di dunia saja.

Ruh manusia yang berakal itu penuh dengan kekuasaan dan pengetahuan yang sangat menakjubkan. Dengan Ruh Yang Berakal itu manusia dapat menguasai segala cabang ilmu dan Sains. Dapat mengembara dari bumi ke langit dan balik semula ke bumi dalam sekejap mata. Dapat memetakan langit dan mengukur jarak antara bintang-bintang.Dengan Ruh itu juga manusia dapat menangkap ikan ikan dari laut dan burung-burung dari udara.Menundukkan binatang-binatang untuk tunduk kepadanya seperti gajah, unta dan kuda.

Lima indera (pancaindera) manusia itu adalah ibarat lima buah pintu terbuka menghadap ke Alam Nyata (Alam Syahadah) ini.

Lebih ajaib dari itu lagi ialah Hati. Hatinya itu adalah sebuah pintu yang terbuka menghadap ke Alam Arwah (Ruh-ruh) yang ghaib.

Dalam keadaan tidur, apabila pintu-pintu dunia tertutup, pintu Hati ini terbuka dan manusia menerima berita atau kesan-kesan dari Alam Ghaib dan kadang-kadang membayangkan hal-hal yang akan datang. Maka hatinya adalah ibarat cermin yang memantulkan (bayangan) apa yang tergambar di Luh Mahfuz. Tetapi meskipun dalam tidur, pikiran tentang hal-hal keduniaan akan menggelapkan cermin ini. maka gambaran yang diterimanya tidaklah terang. Setelah lepasnya nyawa dengan tubuh (mati), Pikiran-pikiran tersebut hilang sirna dan segala sesuatu terlihatlah dalam keadaan yang sebenarnya.


Firman Allah dalam Al-Quran :


Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam. (Qaaf:22).


Wednesday, February 21, 2018

Surah Fussilat Ayat 30

Adapun tanda yang hanya diketahui oleh seseorang yang hendak meninggal adalah adanya ‘bisyarah’ atau kabar gembira dari Allah bahwa dia telah mendapat keridhaan Allah dan berhak mendapat kemuliaan dari-Nya sebagai bentuk keutamaan yang diberikan Allah kepadanya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman;


إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّـهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat:30).

Tuesday, February 20, 2018

Kata-kata indah untuk dimengertikan..

Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat,
Rupanya dia menutup kekurangannya tanpa perlu berkeluh kesah.


Aku melihat hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan,
Rupanya dia pandai menutup dukanya dengan bersyukur dan redha.


Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian,
Rupanya dia begitu menikmati badai hujan dlm kehidupannya.


Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna,
Rupanya dia berbahagia dengan apa yang dia ada.

Aku melihat hidup jiran tetanggaku sangat beruntung,
Ternyata dia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung.


Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui..
Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmat Allah..
Bahawa di satu sudut dunia lain masih ada yang belum beruntung memiliki apa yang aku ada saat ini.


Dan satu hal yang aku ketahui, bahawa Allah tak pernah mengurangkan ketetapan-Nya.
Hanya akulah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan takdir Ilahi.
Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain.
Mungkin aku tak tahu dimana rezekiku.
Tapi rezekiku tahu dimana diriku berada.


Dari lautan biru, bumi dan gunung,
Allah telah memerintahkannya menuju kepadaku.
Allah menjamin rezekiku, sejak aku dalam kandungan ibuku lagi.

Amatlah keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja.
Kerana bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya..
Melalaikan kebenaran dan gelisah dengan apa yang dijamin-Nya,
adalah kekeliruan berganda..


Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati.
Mereka lupa bahawa hakikat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya.


Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita,
Allah menaruh sekehendak-Nya.
Ikhtiar itu perbuatan.
Rezeki itu kejutan.


Dan yang tidak boleh dilupakan,
setiap hakikat rezeki akan ditanya kelak,
“Dari mana dan digunakan untuk apa”


Kerana rezeki hanyalah “hak pakai”, bukan “hak milik”…
Halalnya dihisab dan haramnya diazab.
Maka, aku tidak boleh merasa iri pada rezeki orang lain.

Alhamdullillah dengan apa yang aku ada,

Terima Kasih Ya Allah
walaupun kadangkala aku persoalkan KetentuanMu


Allahu .

Hanya padaMU aku berserah

Ya Allah,

Aku tidak meminta apa2 untuk DIRIKU
tapi aku menerima semua yang aku PERLUKAN

Hanya padaMU
Aku berserah.

Nukilan rasa
Zuraini Zahari
20022018

Monday, February 19, 2018

Doaku untuk hari ini


Ya Allah ..hanya kau yang lebih mengetahui atas apa yang tersembunyi dari kalamMu.

Nukilan rasa
Zuraini Zahari
19022018

Thursday, September 7, 2017

ALLAH

You're so beautiful..
I luv you ...

Nukilan Rasa
Zuraini Zahari

Monday, August 28, 2017

Surat Al Kahf Ayat 19

وَكَذَٰلِكَ بَعَثْنَاهُمْ لِيَتَسَاءَلُوا بَيْنَهُمْ ۚ قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْ ۖ قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۚ قَالُوا رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَٰذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلْيَنْظُرْ أَيُّهَا أَزْكَىٰ طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًا


Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)". Mereka menjawab: "Kita berada (disini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi): "Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun.


Mimpi 
Zuraini Zahari
25/08/2017
1819

Surah 10 (Yunus) Ayat 5

26/8/2017 @12-2.30


هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلشَّمْسَ ضِيَآءً وَٱلْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا۟ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِٱلْحَقِّ يُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

Mimpi 
Zuraini Zahari

Wednesday, August 23, 2017

Nukilan Rasa

Ya Rabb, aku malu pada Mu
Begitu banyak permohonanku,
Namun sedikit ketaatanku padaMu.
Ya Rabb, aku malu pada Mu .
Begitu sering ku lakukan maksiat
Padahal Engkau Maha melihat.

Friday, August 11, 2017

Doa untuk hari ini - Surah At Tahrim Ayat 8

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu, dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman yang bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."

Surah At Tahrim Aya 8 (66:8)

Kepada Rahsia Alam Kita Akan Pulang


Bermula di saat ini
Bermula di ketika ini
Aku meninggalkan sikit demi sikit
Yang dilarang
Yang terlarang

Bermula di saat ini
Bermula di ketika ini
Aku memperluaskan sikit demi sikit
Apa yang disuruh
Apa yang diterang

Semuga menjadi perhatianMU
Walau tidak banyak
Ianya amat bermakna
Buat insan yang diciptakan
Dari Rahsia Alam
Kepada Rahsia Alam
Kita akan pulang

Nukilan Rasa
Zuraini Zahari
11/08/2017

Tuesday, August 8, 2017

3 sifat yang mulia untuk menjadi orang kuat

8 Aug 2017

Hari ini pengisian dari ceramah Ustaz Mohd Ansarullah Mohd Hashim berkenaan dengan
ciri2 sifat yang mulia untuk menjadi orang kuat.

1) TAWAKAL KEPADA ALLAH swt
2) TAKWA KEPADA ALLAH swt
3) PERCAYA KEPADA JAMINAN ALLAH swt melebihi dari percaya kepada apa yang ada di tangan kita

Ceramah
08082017
Ustaz Mohd Ansarullah Hashim

Monday, August 7, 2017

Surah At Taghabun Ayat 11



"Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu"


Ya Allah
Tolonglah hambamu ini

Nukilan Rasa
Zuraini Zahari
7 Aug 2017

Thursday, August 3, 2017

Surah Al Mai'idah Ayat 16



Artinya:

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuk. (5: 16)

Ayat sebelumnya menyebut al-Quran sebagai Kitab Pencerah. Sementara ayat ini mengatakan bahwa penerimaan hidayah memiliki syarat-syarat. Salah satu syarat terpentingnya cenderung kepada kebenaran dan senantiasa menginginkannya. Barangsiapa yang menerima petunjuk al-Quran, maka orang tersebut tidak akan mengejar harta, kedudukan dan keinginan hawa nafsu. Ia senantiasa hanya mengikuti kebenaran dan mencari keridhaan Allah Swt.

Apabila syarat-syarat seperti ini telah terpenuhi, maka saat itu Tuhan telah mengeluarkan orang tersebut dari kegelapan, kesesatan dan dosa. Seterusnya ia mendapatkan petunjuk untuk menuju suasana cahaya cemerlang, iman dan amal saleh. Sudah barang tentu petunjuk ini akan menghantarkan manusia, ke dalam suasana yang aman dan tenteram, sehat jiwa raga bahkan keluarga, dan akan menjadi pengingat baginya terhadap segala bentuk bahaya dan malapetaka. Sedang pada Hari Kiamat ia juga akan menjadi pembimbing manusia kepada keselamatan, dan masuk ke dalam surga Allah yang penuh dengan ketenteraman.

Dari ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik:

1. Untuk mencapai keselamatan dan ketenteraman, seseorang harus berada di atas jalan Allah dan al-Quran adalah petunjuk bagi semua orang untuk sampai ke jalan tersebut.

2. Hanya manusia yang senantiasa berada dalam naungan agama Samawi yang dapat menghantarkan kerukunan dalam hidup, ketenteraman dan kesejahteraan.

3. Pekerjaan yang menghantarkan manusia kepada Tuhan adalah berbeda-beda. Amal saleh setiap orang juga berbeda, tapi apabila tujuannya untuk memperoleh keridhaan Allah, maka semuanya akan berujung pada satu jalan dan jalan itu adalah Shiratul Mustaqin.

Bagi aku mimpi aku diatas adalah untuk menujukan aku kepada persoalan sesesorang
Penerangan mimpi ayat diatas lebih kepada persoalan seseorang berkenaan dengan menuju ke jalan Allah.

Thursday, July 27, 2017

Perjalanan Aku dan Engkau

Permikiran setiap dari kita berlainan
Jangan di lihat pada kelainan
Masing-masing mempunyai perjalanan sendiri yang perlu dijalani

Perjalanan Aku dan Engkau adalah berbeza
kalau Aku dan Engkau dipertemukan
Itu adalah satu kehendak dan kemahuan
Si Pencipta

Adakah Aku tahu itu akan berlaku?
Aku tidak tahu.
Adakah Engkau tahu itu akan berlaku?
Engkau pun tidak tahu.

Tapi pencipta Tahu
Pencipta tahu apa yang hendak diberikan
kepada yang diciptakannya

Kerana Apa?
Aku dan Engkau juga tidak tahu tetapi
Aku dan Engkau diberi tanda2 dan jalan
Itupun kalau mata Aku dan Engkau nampak
Kalau Tidakkk???
maka Aku dan Engkau adalah dalam keadaan BUTA.

Bagaimana untuk tidak berada dalam keadaan BUTA
Semua telah diberitahu.
Fikir, Lihat dan Buat
Berhati-hati dengan setiap langkah
Agar kita tidak terus dibutakan
Agar kita tidak terus ditipu
Agar kita tidak terus digelapkan
dengan perbuatan kita sendiri.

Hanya orang yang berfikir
Akan mengerti apa yang dikatakan
Oleh orang yang diberi pemikiran.

Rahsia dari Pencipta
Untuk semua yang diciptakannya.

Nukilan Rasa
Zuraini Zahari

Tuesday, July 18, 2017

Nilaian untuk diri sendiri - dari kata2 ingatan Ustaz Dasuki

Hari ini Ustaz Dasuki datang disini untuk berceramah. Diantara kata-kata hikmah beliau.

"Umur diantara 40-70tahun adalah tergolong dalam kalangan warga tua..dan selebihnya itu adalah warga bangke..oleh yang demikian kalau kita sudah menjangkau usia tersebut maka janganlah kita tinggalkan sembayang tahajud malam..dua rakaat pun tak pe...kalau tak dapat ikut Rasulluallah maka ikutilah para sahabat atau para anbiya. Kalau tak mampu bangun malam untuk bertahajud, buatlah sebelum kita masuk tidur kerana tidur tidak diwajibkan sebelum bertahajud"

Nilaian untuk diri sendiri

  • jangan tinggalkan sembayang tahajud setelah usia mencecah 40
  • tahajud adalah teman ketika aku didalam kubur
  • tahajud adalah saat aku buleh berkhalwat denganNYA
  • jadikan saat matiku adalah saat yang paling mengembirakan aku 
  • jadikan saat matiku adalah saat keyakinanku yang beristikamah semakin utuh
  • jadikan saat matiku dengan kalimah terakhir "laillahaiallah"
  • jadikan saat matiku adalah saat kenikmatan yang tidak terhingga dalam hidupku

Nukilan Rasa
Zuraini Zahari
180717